Apa Sih Makna Filosofis Corak pada Baju Batik?

Seperti kita tahu bahwa baju batik memiliki banyak corak yang indah. Dan menariknya, corak-corak tersebut tidak sembarangan dibuat. Corak pada batik dibuat berdasarkan makna filosofis pembuatnya. Bunga, tumbuhan, binatang dan manusia adalah corak yang paling sering digunakan. Corak tersebut yang menciptakan kesan estetika pada sebuah kain batik. Maka tidak heran apabila semakin rumit motif atau coraknya, maka semakin mahal pula harganya. Satu pasang baju batik bisa dibandrol harga ratusan ribu rupiah. Jangan heran, hal itu karena para pembuatnya memerlukan ketekunan, kesabaran, serta waktu yang tidak sebentar untuk membuatnya.

Baju batik dengan motif sekar jagad memiliki makna filosofi kecantikan atau keindahan yang membuat orang terpesona ketika melihatnya. Adapun motif yang menyerupai bentuk pulau memiliki arti peta dunia. Selanjutnya motif sidomukti magetan, memiliki motif dasar bambu yang memiliki arti filosofi harapan untuk mendapatkan ketenangan lahir batin. Motif batik solo yang memiliki motif dasar gelombang-gelombang menggambarkan sungai Bengawan Solo dengan arti filosofi membawa ketenangan. Motif batik kawung memberikan gambaran buah kawung atau buah aren. Motif batik madura cenderung berpola rerumputan atau candi yang menggambarkan Kota Malang.

Selain beberapa diatas, ada juga baju batik dengan motif garuda. Motif ini menggambarkan burung garuda yang besar dan gagah. Masyarakat jawa mempercayai motif garuda sebagai simbol kehidupan dan kejantanan. Motif lainnya yaitu motif sawat yang berarti melempar, berkaitan erat dengan para dewa dan dipercaya sebagai simbol pembawa hujan dan pembawa kegembiraan. Selain itu ada juga motif truntum, kain motif ini biasanya dipakai oleh orangtua pengantin pada zaman dahulu. Makna filosofisnya adalah harapannya orangtua mempelai dapat menuntun kedua pengantin tersebut dalam menempuh kehidupan barunya. Motif selanjutnya adalah motif udan liris. Motif ini mengandung makna filosofis ketabahan dan mampu menjalani kehidupan yang prihatin. Ibarat ditimpa hujan dan panas, tidak boleh mudah mengeluh. Orang yang berumah tangga harus tahan terhadap godaan, serta berani menjalani hidup dengan berbagai cobaan yang menghadang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*