Baju Batik dan Segudang Filosofinya

Anda sering menggunakan baju batik? Begitu indah bukan? Ya, batik memang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Oleh karena itu, kita harus bangga untuk memakainya setiap saat. Akan tetapi, motif baju batik yang berbeda-beda, unik, hingga rumit itu tidakkah mengusik rasa ingin tahu Anda? Pernahkah terbesit dalam pikiran Anda mengenai makna yang terkandung dalam motif baju batik yang Anda kenakan? Anda tentu yakin bukan, orang-orang yang menggambarkan motif batik tersebut pasti memiliki maksud dan tujuan.

Makna Motif Batik

Oleh karena itu, berikut merupakan penjelasan beberapa makna dari motif baju batik yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Motif yang pertama ialah motif batik Truntum. Motif batik ini berasal dari daerah Yogyakarta. Motif batik Truntum memiliki makna menuntun, artinya ialah orang tua diharapkan dapat menuntun anaknya sebagai calon pengantin. Oleh karena itulah, motif batik ini biasa digunakan untuk menghadiri acara pernikahan. Motif yang selanjutnya ialah Motif batik Cakar Ayam. Motif yang dominan menggunakan pencampuran warna coklat ini memiliki makna berupa pengharapan agar orang-orang setelah menikah dapat mencari nafkah atau rezeki sendiri. Maka dari itu, motif batik Cakar Ayam ini biasa digunakan saat Upacara Mitoni maupun Siraman yang merupakan ritual pernikahan bagi adat jawa. Selanjutnya ialah Motif Megamendung. Baju batik dengan motif Megamendung biasanya berasal dari Cirebon dengan menggunakan warna yang lebih cerah dibandingkan warna baju batik lainnya. Dalam kepercayaan Taoisme, terdapat dua dunia dimuka bumi ini, ialah dunia atas yaitu langit dan dunia bawah yaitu bumi. Dunia atas atau langit melambangkan Ketuhanan. Megamendung merupakan corak yang berbentuk awan yang berada dilangit, oleh karena itulah, makna motif ini ialah makna Ketuhanan. Yang terakhir ialah motif Meru. Nama motif Meru ini diambil dari nama sebuah gunung yang berada di tanah Jawa, yaitu gunung Mahameru. Gunung ini dianggap sakral oleh sebagian masyarakat jawa karena dipercaya bahwa ada dewa-dewa yang tinggal di gunung Mahameru tersebut. Dewa-dewa tersebut antara lain Dewa Brahma, Dewa Siwa, dan Dewa Wisnu.

Segala sesuatu yang dibuat oleh manusia tentu memiliki maksud dan tujuan. Begitupun dengan motif baju batik yang memiliki berbagai makna dibaliknya. Oleh karena itu, dengan mengetahui makna yang terkandung didalamnya, Anda akan lebih menghargai dan menghormatinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*