Informasi Mengenai Benjolan pada Payudara

Jika kita melihat seklias anatomi seorang perempuan dan laki-laki memang berbeda. Seperti halnya yang terlihat dan mudah dikenali ialah kaum perempuan memiliki payudara. Meskipun begitu, kaum laki-laki juga memiliki payudara. Hanya saja payudara laki-laki tidaklah menonjol seperti yang dimiliki oleh kaum perempuan. Payudara kaum perempuan memiliki fungsinya. Seperti salah satunya untuk menyusui bagi bayinya. ASI akan keluar dari payudara kaum perempuan, sehingga dari payudara itulah menjadi sumber makanan penting pertama manusia saat masih bayi. Namun, kadang memang banyak perempuan mengalami kesulitan untuk memberikan ASI kepada anaknya. Hal itu bukan berarti dikaitkan dengan bentuk payudara. Karena banyak orang di luar sana menganggap bahwa payudara yang kecil, lantas jumlah ASI-nya kemudian terbatas. Tentunya hal itu tak bisa dibenarkan karena jumlah ASI yang keluar berasal dari bagian dalam kelenjar ASI itu sendiri. Selain itu juga memang berkaitan dengan faktor keturunan. Tidak bisa dipungkiri bahwa jika sudah keturunannya ASI-nya kurang lancar bisa juga menurun kepada generasi selanjutnya. Berbicara masalah payudara tidak hanya melulu soal ASI saja, melainkan juga masalah benjolan pada payudara. Nah, berkaitan dengan hal itu, artikel kali ini akan membahasnya secara lengkap.

Dalam keadaan normal, kaum perempuan memang memiliki ukuran payudara yang berbeda antara yang sebelah kanan dan kiri. Jadi, tak perlu dikhawatirkan karena hal itu adalah hal yang normal. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan ditemukannya benjolan pada payudara itu normal? Ya, memang setiap perempuan akan merasa khawatir jika sudah ditemukannya benjolan di payudaranya. Namun, jangan buru-buru untuk memutuskan itu merupakan penyakit. Kita cari tahu terlebih dahulu perbedan benjolan di payudara yang merupakan gejala suatu penyakit seperti kanker dan juga benjolan yang normal. Hal itu sangat penting untuk diperhatikan karena tidak semua benjolan yang terasa di payudara merupakan kanker atau tumor. Karena menurut riset yang ada, 80% kasus mengenai benjolan di payudara bukanlah termasuk kanker. Adanya sejumlah kondisi medis, dapat membuat benjolan di payudara. Benjolan yang bukan kanker bisa disebabkan oleh salah satunya yaitu kista. Kista sendiri merupakan kantong berisi cairan yang ada di dalam jaringan payudara. Dengan begitu kista menimbulkan benjolan. Saat diraba kista ini akan terasa lunak. Namun, kadang memang kista ini membuat rasa tidak nyaman.

Lalu, bisa karena perubahan fibrokistik yaitu perubahan pada payudara karena masalah ketidakstabilan hormon selama siklus menstruasi. Perubahan itu membuat benjolan di payudara dan terasa nyeri. Fibroadenoma merupakan benjolan padat yang mana terjadi karena kelebihan pembentukan kelenjar penghasil susu atau yang disebut lobulus dan jaringan yang ada di sekitar payudara. Benjolan ini memang tidak terasa sakit, tetapi jika ditekan akan bergeser. Kondisi ini biasanya dirasakan oleh perempuan berusia 20-30 tahun. Bisa juga karena infeksi bakteri. Benjolan karena infeksi bakteri dapat menyebabkan terasa nyeri. Kondisi ini biasa dialami oleh ibu yang sedang menyusui. Selanjutnya adalah masalah benjolan pada payudara yang teridentifikasikan kanker. Kita perlu waspada jika benjolan di sekitar payudara seperti antara lain yaitu benjolan terasa keras saat ditekan dan berbeda di daerah sekitarnya. Jika ditenkan biasanya rasanya sakit dan benjolan tersebut tidak bergeser. Payudara mengalami perubahan bentuk, puting susu tertarik ke bagian dalam. Meskipun jarang, tetapi muncul bintik-bintik merah di sekitar puting susu. Selain itu juga, mengeluarkan cairan darah dan adanya penebalan kulit di area payudara. Oleh karena itu, jika sudah ada benjolan terasa di sekitar payudara lebih baik kita langsung segera untuk memeriksakannya kepada dokter ahli secara rutin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*