Inilah 3 Fakta di Balik Status Awas Dari Gunung Agung

Pasca berada dalam status siaga, kini status gunung Agung sedang meningkat dan menjadi status Awas alias level IV. Dilansir dari berita terbaru dan terupdate, status tersebut akan ditetapkan pada hari Senin 27/11/2017 mulai dari pukul 06.00 WIB. Menurut kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG yang bernama I Gede Suantika, status Awas dari gunung Agung akan menciptakan radius berbahaya yang tadinya berjarak 6 km, kini berubah menjadi sejauh 8 km dengan jangkauan luas yang mencapai 10 km. Tak hanya itu, diperkirakan bahwa radius berbahaya tersebut akan mengarah ke Utara – Timur laut, serta bagian Tenggara – Selatan dan Barat Daya. Salah satu mengapa kini Gunung Agung berubah menjadi Satus Awas, karena telah muncul letusan dari freatik ke magnatik yang disertai dengan kemunculan percikan api yang besar. Terlepas dari semua hal itu, berikut dibawah ini ada 3 fakta di balik status awas dari Gunung Agung :

  1. Letusannya Akan Mirip Dengan Yang Pernah Terjadi Pada Tahun 1963

Menurut catatan sejarah, gunung yang berada di Kabupaten Karangasem ini sempat meletus pada tahun 1963 dimana letusannya itu sangatlah dahsyat. Berdasarkan dari perkiraan PVMBG, Gunung Agung yang sekarang juga letusannya akan mirip dengan letusan yang pernah terjadi pada tahun 1963. Pada saat itu, index letusan gunung 1963 berada pada level 5 dan sangat mirip dengan kondisi Gunung Agung seperti sekarang ini ungkap I Gede Suantika.

  1. Bandara Ngurah Rai Mulai di Tutup

Mengingat aktivitas Gunung Agung yang terus menunjukkan peningkatan, tak heran jika Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai di tutup. Arie Ahsanurrohim selaku Communication and Legal Section Bandara I Gusti Ngurah Rai, menuturkan bahwa penutupan bandara tersebut berlaku selama 24 jam. Dampak dari penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebanyak 445 jadwal penerbangan pun terpaksa dibatalkan. Dengan demikian, pihak bandara Ngurah Rai memberikan 5 alternatif bandara lain sebagai solusi yang diantaranya adalah Bandara Sultan Hassanudin Makassar, Bandara Lombok Praya, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.

  1. Radius Bahaya Semakin Bertambah

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi bahwa radius bahaya yang tadinya 6 km, kini berubah menjadi 8 km dengan jangkauan seluas 10 km. Itu artinya, kini radius berbahaya sedang mengalami peningkatan.

Itulah 3 fakta dibalik status awas dari Gunung Agung. Dengan demikian, mari kita sama-sama berdoa untuk keselamtan saudara-saudara kita yang ada di Bali.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*