Penyebab umum henti jantung mendadak

Menurut allodokter.com Henti jantung mendadak atau disebut dengan sudden cardiac arrest adalah kondsisi jantung yagn tibatiba berhenit secara mendadak tanpa ada peringatan sama sekali. Penyebab pasti dari penaykit ini belum diketahui yang pasti terdapat msalah pada jantung kamu. Penyakit yang mendukung terjadinnya jantung berhanti mendadak adalah penyait jantugn koroner, gangguan ketup jantung, dan sindrome amrfan. 

Seseorang bisa terkena resiko jantung berhenti mendadak apabila bermumur 45-50 tanhun, memilki keluarga yang mmepunyai riwayat jantung berhenti mendadak, menglami obesitas, mengalami sleep apnea, menderita gagal ginjal, dan menderita diabetes

Jantung mendadak dapat terjadi kepada siapa saja, namun terutama sekali terjadi kepada orang yang telah lama mengidap penyakit jantung lain. 

Penyebab umum manusia dapat terkena henti jantung mendadak adalah 

  • Memilki kebiasaan merokok. Telah diketahui ika kebiasaan merokok dapat menyebabkan berbagai masalah terhadap tubuh. Tidak hanya paru-paru namun juga pada hati, ginjla, dan jantung. Kondisi jantung teru-menerus dibawah paparan asap rokok akan menghentikan kerja jantung. Jadi jantung dapat berhenti dengan sendirinya tanpa ada penunjukan pertanda. 
  • Memliki tekanan darah tinggi. Manusia dengan penderita tekanan darah tinngi akan sering marah-marah tnapa sebab. Padahal emosi yang tinggi hanya akan mnyebabakan jantung ikut berdetak lebih kencang, apabila jantung tidak bisa membendungnya lagi maka akan terjadi henti detak jantung secara mendadak.
  • Menderita gagal ginjal kronis. Orang-orang dnegan penyakit ini akan beresiko ebih besar untuk dapat terkena serangan jantung henti mendakdak. Penyakit aggal ginjal dapat menjadi salash stau penyenbab umum henti jantung mnedadak terjadi. 
  • Pola hidup yang tidak sehat. Menuru alodoketr.com poal hidup yang tidak ehat. Selalu memakan-makanan siap saji yang mnegandung banyak lemak akan mempengaruhi kerja jantung. Jantung dengan kondisi badan yang penuh dengan lemak akan berusaha lebih kuat daripada jantung di abdan normal dalam bekerja. Sehingga sewaktu-waktu akan terjadi henti detak jantung. 
  • Mengalami obesitas. Seprti yang disebutkan tadi penyebab umum jantung henti medadak adalah lemak yang terkandung di dalam badan yang bersasal dari makanan yang tidak sehat. Badan yang mempunyai terlalu banyak lemak aan menyebabkan kjantung kesusahan untuk memompa darah ke selururh tubuh, jika tidak ada perubahan henti jantung mendadak dimungkinkan akan terjadi. 

Lalu kapan kamu harsu ke dokter? Apabial kamu mengalamai gejala-gejala seperti orang yang sedang terkena jantung mendadak segera hubungi dokter, jika kamu leihat sesorang tidak sadarkan diri dan berhenti bernafas, segera lalukan pertolongan pertama tindakan berupa resusitasi jantung paru (RPJ), jika terdapat alat kejut jantung kamu juga dapat menggunakannya. Telah ada petunjuk pemakaian yang terdapat pada benda. Kamu tinggal membaca petunjuk dan memakain ya dnegan benar. setelah kondisi stabil kamu akan mengalami serangkaian pemeriksaaan seperti :

  1. Tes darah. Tes ini bertujuan untuk melihat zt kimia yang terdapat di dalam tubuh. Apakah mempengaruhi fungs iajntung, seperti kalium. Magnesium, atau hormon.
  2. Foto rotgen. Foto rotgen diperlukan untuk mengetahui struktur bentuk jantung apakah normal atau tidak. 
  3. Kateterisasi jantung. Dokter akan menyuntikan zat pewarna khsusu untuk pembulu darah untuk melihat adapakh ada sumbatan pada pembulu darah jantung atau tidak. 
  4. Nuclear scan. Nuclear scan bertujuan untuk melihat apakah ada gangguan yangterjadi dalam aliran darah pembuluh jantung. 

Pngobatan atau pertolongan pertama telah dilakukan, hal berikutnya yang dapat dilakukan lagi adalah  untuk pengobatan adalah dengan melakuakn perawatan padasi penderita. Ada obat-obatan yang perlu diminum, atau melakuakn implan kejut jantung jika diperlukan. Pemasangan ring jantung,  operasi bypass jantung dan tidnakan medis laninnya yang dirasa perlu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*